Kelainan Janin
Pada saat ini banyak
terjadi kelainan pada kehamilan baik dari faktor ibu maupun janin maka
diperlukan pemeriksaan dan pengawasan selama hamil serta pada saat pertolongan
persalinan. Banyak penyulit-penyulit sewaktu hamil dengan pengawasan yang baik
dan bermutu dapat diobati dan dicegah, sehingga persalina berjalan mudah dan normal.
Apabila suatu tindakan akan diambil hal ini dilakukan sedini mungkin tanpa
menunggu terjadinya komplikasi dan persalinan tidak terlantar..
di sini saya akan membahas Distosia kelainan janin seperti bayi
besar, hydrocephalus, anecephalus,kembar siam, dan gawat janin.
A. BAYI BESAR
Bayi besar adalah bayi yang dengan berat badan yang melebihi
dari 4000 gram.
Penyebab
a. Kehamilam posterm
b. Orang tua yang besar
c. Hipertiroidisme
d. Diabetes mellitus
Menentukan apakah bayi besar dapat diperkirakan dengan cara :
a Keturunan atau bayi yang lahir terdahulu besar dan sulit
melahirkan dan adanya diabetes mellitus
b. Kenaikkan berat badan yang berlebihan tidak dikarenakan sebab
lain
c. USG
Penanganan
Pada CPD yang sudah diketahui dianjurkan untuk SC
Pada kesukaran melahirkan bahu dan janin hidup dilakukan
episiotomi yang cukup hebat dan janin diusahan lahir
Apabila jani meninggal lakukan embriotomi
B. HYDROCEPHALUS
1.
Pengertian
Istilah hydrocephalus diperoleh dari kata-kata Yunani “hydro”
berarti air dan “cephalus” berarti kepala. Jadi Hydrocephalus adalah kondisi
dimana karakteristik utama adalah akumulasi cairan yang berlebihan dalam otak.
Meskipun hydrocephalus pernah sekali dikenal sebagai “air di otak,” “air”
sebenarnya adalah cairan cerebrospinal atau cerebrospinal fluid (CSF) – cairan
bening yang mengelilingi otak dan sumsum tulang (spinal cord). membahyakan pada
jaringan-jaringan otak.
2.
Penyebab Hydrocephalus
1.
kelainan-kelainan genetik
yang diturunkan (seperti kerusakan genetik menyebabkan aqueductal stenosis)
atau penyakit-penyakit perkembangan (seperti yang berhubungan dengan
kerusakan-kerusakan tabung neural termasuk spina bifida
2.
komplikasi-komplikasi
dari kelahiran premature seperti intraventricular hemorrhage, penyakit-penyakit
seperti meningitis, tumor-tumor, luka kepala traumatic, atau subarachnoid
hemorrhage, yang menghalangi jalan keluar dari CSF dari ventricles ke cisterns
atau mengeliminasi jalan-jalan lintasan untuk CSF kedalam cisterns.
3.
Gejala-gejala dari
hydrocephalus bervariasi dengan umur, kemajuan penyakit, dan
perbedaan-perbedaan individu dalam toleransi pada kondisi.
4.
Pada masa kanak-kanak,
indikasi yang paling jelas dari hydrocephalus adalah seringkali peningkatan
yang cepat dalam lingkar kepala atau ukuran kepala yang besarnya tidak biasa.
5.
Gejala-gejala lain
mungkin termasuk muntah, ngantuk, sifat lekas marah, penyimpangan yang menurun
dari mata-mata (juga disebut “sunsetting”), dan seizures.
6.
Anak-anak yang lebih tua
dan kaum dewasa mungkin mengalami gejala-gejala yang berbeda karena
tengkorak-tengkorak mereka tidak dapat meluas untuk mengakomodasi penumbuhan
dari CSF.
7.
Gejala-gejala
mungkin termasuk sakit kepala diikuti oleh mual, muntah, papilledema
(pembengkakan dari cakram optik yang adalah bagian dari syaraf optik),
8.
penglihatan yang
kabur atau double, sunsetting dari mata-mata, persoalan-persoalan dengan
keseimbangan, koordinasi yang buruk, gangguan gaya berjalan, tidak dapat
menahan buang air kecil, kemajuan perkembangan yang melambat atau kehilangan,
kelesuan, keadaan mengantuk, mudah lekas marah, atau perubahan-perubahan lain
pada kepribadian atau kesadaran termasuk kehilangan memori
9.
ANENCEPHALUS
3.
Gejala-Gejala Dari Hydrocephalus
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang
tengkorak dan otak tidak terbentuk. Anensefalus adalah suatu kelainan tabung
saraf (suatu kelainan yang terjadi pada awal perkembangan janin yang menyebabkan
kerusakan pada jaringan pembentuk otak dan korda spinalis).
Faktor-faktor
resiko anencephalus
faktor resiko terjadinya anensefalus adalah:
1.
Riwayat anensefalus pada
kehamilan sebelumnya
3.
Resiko terjadinya
anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3
bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.
4.
Gejala anencephalus
Gejalanya
berupa:
a. ibu : polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
b. bayi :
1) tidak memiliki tulang tengkorak
2) tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
3) kelainan pada gambaran wajah
4) kelainan jantung
a. ibu : polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
b. bayi :
1) tidak memiliki tulang tengkorak
2) tidak memiliki otak (hemisfer serebri dan serebelum)
3) kelainan pada gambaran wajah
4) kelainan jantung
Pemeriksaan
penunjang
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
a. Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil
b. Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
c. Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)
d. Kadar estriol pada air kemih ibu
e. USG.
a. Kadar asam lemak dalam serum ibu hamil
b. Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
c. Kadar alfa-fetoprotein meningkat (menunjukkan adanya kelainan tabung saraf)
d. Kadar estriol pada air kemih ibu
e. USG.
C.
KEMBAR SIAM
Pengertian
Kembar siam adalah
keadaan anak kembar yang tubuh keduanya bersatu. Hal ini terjadi apabila zigot dari bayi kembar identik gagal terpisah secara
sempurna. Kemunculan kasus kembar siam diperkirakan adalah satu dalam 200.000 kelahiran.
Yang bisa bertahan hidup berkisar antara 5% dan 25%, dan kebanyakan (75%)
berjenis kelamin perempuan.
Faktor
penyebab
Banyak faktor diduga
sebagai penyebab kehamilan kembar. Selain faktorgenetik, obat penyubur yang
dikonsumsi dengan tujuan agar sel telur matang secara sempurna, juga diduga
ikut memicu terjadinya bayi kembar. Alasannya, jika indung telur bisa
memproduksi sel telur dan diberi obat penyubur, maka sel telur yang matang pada
saat bersamaan bisa banyak, bahkan sampai lima dan enam.
Jenis-jenis
kembar siam
Ada beberapa jenis kembar siam:
1.
Thoracopagus: kedua tubuh bersatu di bagian dada (thorax). Jantung selalu terlibat dalam kasus ini. Ketika jantung hanya satu,
harapan hidup baik dengan atau tanpa operasi adalah rendah. (35-40% dari
seluruh kasus)
2.
Omphalopagus: kedua tubuh bersatu di bagian bawah dada. Umumnya
masing-masing tubuh memiliki jantung masing-masing, tetapi biasanya kembar siam
jenis ini hanya memiliki satu hati, sistem pencernaan, diafragma dan organ-organ lain. (34% dari
seluruh kasus)
4.
Cephalopagus: bersatu di kepala dengan tubuh yang terpisah. Kembar siam
jenis ini umumnya tidak bisa bertahan hidup karena kelainan serius di otak. Dikenal juga dengan istilah janiceps (untuk dewa Janus yang
bermuka dua) atau syncephalus.
5.
Cephalothoracopagus: Tubuh bersatu di kepala dan thorax. Jenis kembar siam ini
umumnya tidak bisa bertahan hidup. (juga dikenal dengan epholothoracopagus atau
craniothoracopagus)
8.
Dicephalus: dua kepala, satu tubuh dengan dua kaki dan dua atau tiga atau
empat lengan (dibrachius, tribrachius atau tetrabrachius) Abigail dan Brittany Hensel,
adalah contoh kembar siam dari Amerika Serikat jenis dicephalus
tribrachius.
10. Ischio-omphalopagus: Kembar siam yang bersatu dengan tulang belakang membentuk
huruf-Y. Mereka memiliki empat lengan dan biasanya dua atau tiga kaki. Jenis
ini biasanya memiliki satu sistem reproduksi dan sistem pembuangan.
11. Parapagus: Kembar siam yang bersatu pada bagian bawah tubuh dengan
jantung yang seringkali dibagi. (5% dari seluruh kasus)
GAWAT
JANIN
Gawat janin adalah keadaan / reaksi ketika janin tidak
memperoleh oksigen yang cukup.
Tanda-tanda
gawat janin
Frekwensi bunyi jantung janin kurang dari 120 x / menit atau
lebih dari 160 x / menit.
Berkurangnya gerakan janin ( janin normal bergerak lebih dari 10
kali per hari )
.Adanya air ketuban bercampur mekonium, warna kehijauan ( jika
bayi lahir dengan letak kepaala
Cara
mencegah terjadinya gawat janin
Gunakan partograf untuk memantau persalinan.
Anjurkan ibu sering berganti posisi selama persalinan. Ibu hamil
yang berbaring terlentang dapat mengurangi aliran darah ke rahimnya
Cara
mengidentifikasi gawat janin
Periksa frekwensi bunyi jantung janin setiap 30 menit pada Kala
I dan setiap 15 menit sesudah pembukaan lengkap.
Periksa ada / tidaknya air ketuban bercampur mekonium ( warna
kehijauan).
Penanganan
gawat janin
1.
Tingkatkan oksigen pada
janin dengan cara : Mintalah si ibu merubah posisi tidurnya; Berikan cairan
kepada ibu secara oral atau IV; Berikan Oksigen.
2.
Periksa kembali denyut
jantung janin. Bila frekwensi bunyi jantung janin masih tidak normal, maka
dirujuk; Bila merujuk tidak mungkin, siap-siap untuk menolong BBL dengan
asfiksia.Anjurkan ibu hamil in-partu berbaring kesisi kiri untuk meningkatkan
aliran oksigen ke janinnya. Hal ini Biasanya meningkatkan aliran darah maupun
oksigen melalui plasenta lalu ke janin. Bila posisi miring ke kiri tidak
membantu. Coba posisi yang lain ( miring ke kanan, posisi sujud ). Meningkatkan
oksigen ke janin dapat mencegah atau mengobati Gawat Janin.
share yahh
BalasHapusshare yahh
BalasHapusmnunjang bngat say
BalasHapusmenunjang sekali
BalasHapusmnunjng skli say
BalasHapustop bngat sayy
BalasHapustop bngat
BalasHapusmmbntubvngatt sayy
BalasHapus